Seputarkita.id — Perubahan kondisi fisik dan emosional pada pria usia paruh baya kini semakin mendapat perhatian. Salah satu isu kesehatan yang disorot adalah LOH atau Late-Onset Hypogonadism, kondisi yang berkaitan dengan penurunan hormon testosteron seiring bertambahnya usia.
Situs kesehatan berbasis pengobatan tradisional Jepang, K-Kampo, menyoroti bahwa LOH sering kali tidak disadari karena gejalanya berkembang secara perlahan. Banyak pria menganggap kelelahan, menurunnya semangat, atau gangguan tidur sebagai bagian alami dari penuaan, padahal bisa jadi merupakan tanda ketidakseimbangan hormon.
Gejala yang Sering Diabaikan
Menurut ulasan yang dipublikasikan, LOH dapat memunculkan berbagai gejala, baik fisik maupun psikologis. Di antaranya:
- Mudah lelah dan kurang energi
- Penurunan gairah seksual
- Gangguan konsentrasi
- Perubahan suasana hati, seperti mudah cemas atau depresi
- Penurunan massa otot
Karena gejalanya mirip dengan stres kronis atau kelelahan biasa, banyak penderita baru menyadari setelah kondisi cukup mengganggu aktivitas harian.
Penyebab dan Faktor Risiko
Penurunan kadar testosteron merupakan proses biologis alami. Namun, faktor seperti stres berkepanjangan, kurang tidur, pola makan tidak seimbang, hingga penyakit metabolik dapat mempercepat atau memperparah kondisi tersebut.
Beberapa pria juga memiliki risiko lebih tinggi apabila memiliki riwayat penyakit kronis, obesitas, atau gaya hidup sedentari.
Pendekatan Pengobatan Modern dan Tradisional
Secara medis, penanganan LOH umumnya melibatkan pemeriksaan kadar hormon melalui tes darah. Jika terbukti rendah, dokter dapat merekomendasikan terapi penggantian hormon testosteron.
Sejumlah fasilitas kesehatan di Jepang, termasuk K.Clinic HIROO, juga memberikan perhatian pada penanganan gangguan hormon pria dengan pendekatan medis terintegrasi. Pemeriksaan komprehensif dilakukan untuk memastikan diagnosis akurat sebelum menentukan terapi yang tepat.
Di sisi lain, pendekatan alternatif juga mulai dilirik. Dalam kajiannya, pengobatan kampo—sistem herbal tradisional Jepang—disebut dapat membantu mengatasi gejala tertentu dengan menyeimbangkan kondisi tubuh secara menyeluruh. Pendekatan ini menitikberatkan pada perbaikan sirkulasi, penguatan energi tubuh, serta stabilisasi kondisi mental.
Meski demikian, para ahli menekankan bahwa terapi herbal tetap perlu dikonsultasikan dengan tenaga medis agar aman dan sesuai kondisi individu.
Pentingnya Kesadaran dan Pemeriksaan Dini
Para pakar kesehatan mengingatkan bahwa pria usia 40 tahun ke atas sebaiknya tidak mengabaikan perubahan fisik maupun psikologis yang dirasakan. Pemeriksaan dini dapat membantu mencegah penurunan kualitas hidup yang lebih serius.
LOH bukan sekadar isu hormon, melainkan kondisi yang dapat memengaruhi produktivitas, hubungan sosial, hingga kesehatan mental. Dengan deteksi dan penanganan yang tepat, kualitas hidup pria di usia matang tetap dapat terjaga dengan baik.
