Ciri Laron yang Siap Menjadi Rayap Pemakan Kayu

Ciri Laron yang Siap Menjadi Rayap Pemakan Kayu

Laron adalah serangga yang sering muncul saat musim hujan, terutama ketika malam hari dan lampu rumah menyala terang. Di Indonesia, kehadiran laron dianggap hal biasa, padahal laron adalah bentuk rayap yang sedang mencari pasangan untuk membangun koloni baru.

Ketika proses ini berhasil, rayap akan berkembang menjadi pemakan kayu yang bisa merusak rumah dan bangunan.

Untuk kamu yang tinggal di area perkotaan maupun pinggiran baik pemilik rumah, pengelola properti, atau pemilik bisnis seperti restoran, hotel, dan gudang memahami ciri laron sangat penting. Mengenali tanda-tandanya sejak awal membantu kamu mencegah koloni rayap berkembang diam-diam di dalam bangunan.

Apa Itu Laron dan Apa Bedanya dengan Rayap?

Laron adalah alates, yaitu rayap bersayap yang sedang berada di tahap reproduksi. Pada fase ini, laron keluar dari sarang untuk mencari pasangan.

Setelah menemukan pasangan, mereka akan membentuk koloni baru dan berkembang biak menjadi rayap pekerja, prajurit, hingga ratu yang mampu menghasilkan ribuan telur setiap tahun.

Karena itu, kemunculan laron biasanya menandakan bahwa ada koloni rayap yang sudah berkembang di sekitar lingkungan tempat tinggal kamu.

Ciri-Ciri Laron yang Siap Menjadi Rayap

Kamu bisa mengenali laron yang siap menjadi rayap melalui beberapa tanda fisik yang cukup mencolok, salah satunya adalah kepemilikan empat sayap sejajar yang ukurannya sama panjang dan lebih panjang dari badannya.

Sayap-sayap ini biasanya mudah rontok setelah mereka mendarat sebagai pertanda bahwa mereka siap membentuk koloni baru di tempat tersebut.

Berbeda dengan rayap pekerja yang berwarna putih pucat, laron umumnya memiliki tubuh berwarna cokelat muda hingga keemasan dengan bentuk antena yang lurus atau hanya sedikit melengkung, sehingga kamu bisa membedakannya dengan mudah dari semut bersayap yang antenanya cenderung bersiku.

Selain itu, kamu akan melihat mereka muncul secara bergerombol dalam jumlah yang sangat banyak, karena mereka keluar dari sarang dalam skala besar hanya untuk meningkatkan peluang menemukan pasangan dan bertahan hidup.

Kapan Laron Biasanya Muncul di Indonesia?

Kemunculan laron di Indonesia sangat dipengaruhi oleh faktor cuaca dan kondisi lingkungan di sekitar tempat tinggalmu.

Biasanya, mereka akan muncul secara massal pada musim hujan ketika udara menjadi sangat lembap, karena kondisi tanah yang basah dan lunak memudahkan mereka untuk menggali serta membangun koloni baru.

Kamu juga akan sering mendapati laron pada malam hari di area yang terpapar lampu terang, seperti teras atau ruang tamu, karena cahaya tersebut sangat menarik bagi mereka untuk berkumpul.

Selain faktor cuaca dan cahaya, lingkungan yang memiliki banyak material kayu, seperti rumah tua, gudang, atau bangunan dengan furnitur kayu yang melimpah, memberikan peluang yang jauh lebih besar bagi rayap untuk berkembang biak dan melepaskan laron-laron baru.

Bagaimana Laron Berubah Menjadi Rayap Pemakan Kayu?

Setelah terbang dan menemukan pasangan, laron akan:

  • Menjatuhkan sayapnya
  • Masuk ke celah kecil atau area lembap
  • Membentuk ruangan kecil sebagai tempat bertelur
  • Menjadi raja dan ratu rayap
  • Menghasilkan keturunan dalam jumlah besar

Keturunan ini akan berkembang menjadi rayap pekerja yang bertugas mencari makan, termasuk material kayu di dalam rumah atau bangunan.

Tanda Rumah Mulai Ditinggali Koloni Baru

Jika kamu pernah melihat laron masuk ke rumah, lalu beberapa hari kemudian muncul tanda berikut, besar kemungkinan ada koloni yang sedang berkembang:

  • Sayap laron berserakan
  • Kayu terdengar kopong saat diketuk
  • Muncul butiran kecil seperti pasir (kotoran rayap)
  • Furnitur kayu terlihat rapuh
  • Ada terowongan tanah di dinding atau sudut rumah

Tanda-tanda ini biasanya baru terlihat ketika rayap sudah mulai aktif memakan kayu.

Cara Sederhana Mencegah Laron Menjadi Rayap

Kamu bisa melakukan beberapa langkah sederhana untuk mencegah laron berkembang menjadi koloni rayap di rumah, dimulai dengan mengurangi sumber cahaya terbuka atau menggunakan lampu yang tidak terlalu terang di area luar agar tidak menarik perhatian mereka.

Selain itu, pastikan kamu memeriksa dan menutup setiap celah maupun retakan pada bagian bawah pintu, jendela, dan sudut-sudut rumah yang bisa menjadi akses masuk bagi hama tersebut.

Penting juga bagi kamu untuk segera membuang material kayu yang sudah rusak, kayu lembap, atau tumpukan kardus karena benda-benda ini sangat menarik bagi rayap untuk mulai membangun sarang.

Terakhir, pastikan kamu selalu mengatur sirkulasi udara dengan baik agar ruangan tidak terlalu lembap, baik dengan memaksimalkan ventilasi maupun menggunakan dehumidifier jika diperlukan, guna menciptakan lingkungan yang tidak ideal bagi perkembangan rayap.

Kapan Harus Menghubungi Pestigo?

Jika aktivitas rayap mulai terlihat jelas, sangat disarankan untuk menggunakan jasa profesional. Rayap tidak bisa dihilangkan hanya dengan penyemprot serangga biasa. Diperlukan metode yang tepat, seperti soil treatment dan baiting system, agar koloni benar-benar hilang hingga ke akarnya.

Di Indonesia, Pestigo adalah layanan profesional yang bisa membantu mengatasi rayap dengan metode yang aman dan sesuai standar. Pestigo menyediakan inspeksi menyeluruh, pencegahan jangka panjang, dan layanan untuk berbagai jenis properti seperti rumah, kantor, restoran, hotel, dan gudang.

Dengan bantuan ahli, kamu bisa mencegah kerusakan yang lebih besar dan menjaga bangunan tetap aman.

Jika kamu menemukan tanda-tanda awal rayap, segera lakukan inspeksi. Untuk hasil yang lebih akurat dan aman, kamu bisa menghubungi Pestigo sebagai solusi profesional dalam pengendalian rayap.


Lebih baru Lebih lama